Terima Kasih, Diriku …
Pelukkkk Dirikuuu, sambil ku ucapkan :
Terima kasihh,
Kamu sudah berjalan “sejauh dan sekuat” selama ini
Terima kasihh,
Kamu sudah berusaha selalu berbaik hati dan menjadi orang yang baik
Terima kasihh,
Kamu sudah berusaha selalu mempermudah urusan orang lain
Terima kasihh,
Kamu sudah berusaha untuk bangkit dan tersenyum walau sudah mengeluarkan banyakk air mata
Terima kasihh,
Untuk selalu instropeksi diri & berusaha menjadi karakter yang lebih baik lagi
Terima kasihh,
Untuk selalu berusaha tidak menyimpan marah lama-lama dan mau memaafkan semua luka yang pernah orang lain berikan pada kamu
Terima kasihh,
Untuk mau belajar ikhlas walau kamu butuh proses untuk menuju ikhlas itu
Terima kasihh,
Sudah selalu berusaha meyakini bahwa Allah nggak pernah salah dan apapun yang diberikan Allah pada kamu adalah memang yang terbaik buat kamu
Terima kasihh,
Selalu berusaha menjadi (istri, ibu, anak, adik, ateu, sodara, sahabat) yang baik walau kamu jatuh bangun untuk belajar menjadi selalu baik untuk semua itu
Terima kasihh,
Kamu semakin “menyadarkan” dirimu hanya pada Allah dan Nabi Muhammad. Karena kamu semakin menyadari untuk “Jangan bergantug pada manusia”
Terima kasihh,
Meski Bapakmu sudah bertahun-tahun tiada, kamu masih sering menyebut namanya dan mendoakan kebaikan untuk Bapak kamu di alam kuburnya. Walau kadang air mata kamu keluar, karena membayangkan, andai Bapak masih ada, Bapak passti bangga dan terharu lihat Bagas, cucu lelaki satu-satunya kini tumbuh semakin sholeh, pintar dan gagah, apalagi kalau Bagas pakai seragam pesiarnya. Kamu yakin banget, Bapak kamu passti berkaca-kaca terharu melihat Bagas dengan tampilan seperti itu. Bangga Bagas menjadi ketua osis, Bapak passti akan pamerkan Bagas kemana-mana. Bapak passti pengen ikut ke sekolahnya Bagas dan passti mengajak ustadz-ustadz Bagas mengobrol dengan ramah, dan di akhir obrolan passti bilang “Titip cucu saya ya”. Miss you so much, Pak
Terima kasihh,
Kamu sudah selalu berusaha menjadi yang terbaik versi dirimu sendiri, menjadi diri apa adanya, selalu berusaha jujur pada diri sendiri dan orang lain
Terima kasihh,
Atas segala air mata dan senyum, pengorbanan dan perjuangan yang sudah kamu berikan.
Terima kasihh,
Kamu sudah memilih untuk mengalah, mundur dan berbalik arah, karena kamu ingin menjaga banyak hati, meski dibalik langkah balikmu, kamu menangis hebat, karena yang kamu tinggalkan adalah yang benar-benar kamu inginkan. Lalu kamu perlahan mengobati hati kamu, sendiri …
Pada akhirnya kamu semakin belajar, dalam hidup ini, tidak semua keinginan bisa dimiliki. Bahwa Allah maha tahu yang terbaik buat kamu. Kamu hanya perlu belajar ikhlas menerima takdirNya.
Pada akhirnya kamu juga belajar, jangan menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain, meski itu pada orang-orang terdekatmu, meski itu pada orang-orang yang kamu sayangi.
Bahagia harus kamu sendiri yang ciptakan, raihlah, berusahalah, berdoalah, sampai kebahagiaan itu datang. Kejarlah bahagia dunia dan akhiratmu.
Pada akhirnya kamu juga belajar, bahwa kamu bisa menjadi apapun (atas ijin Allah) jika kamu mau berusaha dan berdoa
Kamu, Saya Sangat Menyayangi Kamu !
Pelukkkk diri sendiri (sosok kamu, yang demikian berharga)